TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM TAYANGAN YOUTUBE MATA NAJWA “KAJIAN PRAGMATIK”
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya media digital sebagai arena komunikasi politik yang menghadirkan interaksi langsung antara aktor politik dan publik. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana tindak tutur ekspresif dimanfaatkan untuk membangun kedekatan emosional dan memengaruhi persepsi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat pada transkrip tayangan Mata Najwa episode “Eksklusif Jokowi Soal IKN, Gibran, dan ‘Adili Jokowi’”, kemudian dianalisis menggunakan teori tindak tutur Searle (1979) dan konsep speech acts Austin (1962). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 jenis tindak tutur ekspresif dari 21 data percakapan, meliputi syukur, terima kasih, harapan optimis, dukungan, kerinduan, penegasan perasaan pribadi, penerimaan kritik, keyakinan, persetujuan, pendirian, harapan bertemu kembali, keberanian, dan kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan bahwa Jokowi menggunakan tindak tutur ekspresif sebagai strategi untuk memperkuat citra politik, melegitimasi kebijakan, serta membangun kedekatan emosional dengan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pragmatik politik digital sekaligus menawarkan perspektif analitis terhadap praktik komunikasi kekuasaan di era media sosial.